Mengenal Gecok, Olahan Kambing yang Awalnya Diketahui Sebagai Jamu

Kawasan Tlogo Karanganyar, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah tenar dengan makanan berbahan daging kambing. Gecok namanya.

Terdapat puluhan pedagang di Tlogo Karanganyar yang memasarkan gecok dengan bermacam-macam karakter masakan pantas ciri khas masing-masing.

Salah satunya Eko Subroto, pemilik toko gecok Eka Jaya. Ia telah berjualan semenjak 2000.

“Saya ialah generasi ketiga, dulu dirintis nenek aku yang bernama Sutini, kemudian diteruskan ibu aku Siti Sutirah dan berikutnya aku,” jelasnya, Sabtu (8/9/2023).

Eko mengatakan kakek-neneknya ialah orang pertama yang mengenalkan masakan gecok.

“Kakek aku itu abdi keraton Solo komponen pengairan. Jadi memang gecok itu termakan masakan Solo, terutama tengkleng,” ujarnya.

“Namun ada perbedaan mahjong ways yang dasar, kalau tengkleng itu kuahnya cair, tapi kalau gecok kental dan lebih pekat. Padahal secara bumbu juga sama,” kata Eko.

Bumbu utama gecok ialah 20 rempah seperti jahe, kunir, laos, cabe jawa, salam, manis jangan, dan daun jeruk.

“Nah, di gecok ini juga diberikan srundeng atau parutan kelapa yang ditumbuk sampai halus dan keluar minyaknya. Sehingga kuahnya menjadi kental dan menciptakan beda dengan tengkleng,” paparnya.

Menurut Eko, masak gecok memerlukan waktu setidaknya 1,5 jam – 2 jam supaya daging kambing yang telah diiris kecil menjadi empuk dan bumbu menyerap.

Pengerjaan memasak menggunakan tungku berbahan bakar kayu supaya dapat dinilai besar kecilnya api pantas keperluan.

“Seandainya masak pakai gas, rasanya beda. Seperti ada yang kurang,” ungkapnya.

Karena menggunakan aneka bumbu rempah, lanjut Eko, gecok awalnya diformulasikan sebagai jamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *