Bisnis Kuliner di Bandung Semakin Marak

Indonesia, terutamanya Kota Bandung tampaknya menjadi tempat yang bersahabat bagi para pencari sukses dari negeri seberang. Bagaimana tak, salah satu pengusaha makanan asal Malaysia, Yusmarzuki Yusoff, demikian itu mudahnya untuk membuka usaha kuliner di kota hal yang demikian.

Hanya dalam kurun waktu sekitar 4 bulan saja, dia telah mendirikan 2 gerai usaha kuliner di Jln. Sumatera dan Jln. Rangga Gading. Targetnya, pria yang mempunyai nama panggilan Yus hal yang demikian berkeinginan setidaknya mempunyai 5 gerai di Kota Bandung. Bila target hal yang demikian tercapai, karenanya selanjutnya membuka gerai di luar Kota Bandung.

Ia tertarik untuk membuka usaha kuliner slot77 login di Indonesia sebab pasarnya amat besar dan potensial, jumlah penduduknya amat banyak. “Atensi saya untuk membuka usaha kuliner hal yang demikian makin kuat dikala saya mempunyai sejumlah rekan di Indonesia, termasuk di Kota Bandung. Walhasil, setelah melewati perencanaan yang seksama, kami mempertimbangkan untuk membuka usaha kuliner dengan mempersembahkan makanan utama berupa burger. Gerai pertama yang kami dirikan di Jln. Sumatera telah beroperasi sejak Januari 2016,” ujarnya.

Yus mempersembahkan, dirinya berkeinginan mempersembahkan terhadap masyarakat Indonesia, makanan cepat saji yang terkenal dengan stigma junkfood hal yang demikian juga sebenarnya bisa diberi tahu dengan konsisten menerapkan bahan-bahan yang bersahabat dengan kesehatan tubuh.

Kecuali itu, dikutip dari PR Online, burger hal yang demikian telah mengalami sejumlah modifikasi bahan dan bumbu sehingga diharapkan bisa diterima oleh lidah masyarakat Indonesia. Kesimpulannya, Yus memberikan sentuhan yang berbeda pada burger dagangannya.

“Kami menerapkan bahan-bahan organik dan mempertimbangkan bumbunya tak menerapkan monosodium glutamate (msg). Bumbu didatangkan seketika dari Malaysia dan menerapkan rempah-rempah alternatif. Dengan demikian, burger yang kami sajikan mempunyai wangi-wangian rempah-rempah tradisional dan rasanya pun lebih gurih dari burger bergaya barat. Kecuali itu, burger kami menggunakn patty olahan sendiri yang mempunyai rasa berbeda dengan ham yang dijual dalam bentuk jadi dan tinggal dimasak,” katanya.

Manajer pada usaha kuliner hal yang demikian, Rian Nur Jihad mengatakan, satu-satunya bahan jadi yang tak diolah seketika pada usaha kuliner hal yang demikian ialah roti. Menurutnya, roti dipasok seketika dari penjual di Indonesia dan rasanya amat cocok dipadukan dengan patty dan bumbu olahan karya mereka.

Ukurannya juga tak terlalu besar dan tak terlalu kecil, cocok untuk membuat kembung dalam sekali makan. Meskipun demikian, menurutnya, untuk seseorang yang mempunyai selera makan besar, 2 burger baru bisa mengenyangkan.

“Burger telah diketahui lama di Indonesia, melainkan tak dengan burger non msg yang kaya rempah-rempah tradisional. Makanan ini amat praktis dan bisa dibungkus, melainkan juga bisa dimakan seketika di gerai. Segmennya juga lebih luas, sebab citarasa pada burger hal yang demikian cocok di lidah masyarakat Indonesia. Kami harap, ketidakhadiran kami bisa memperkaya keanekaragaman kuliner lezat di Kota Bandung. Bila penjualan kian baik, karenanya kami akan membuka sebagian gerai lagi di kota hal yang demikian,” katanya.

Yus mengatakan, walaupun dirinya berasal dari Malaysia, dia tak menemukan kendala apa saja untuk membuka usaha di Indonesia. Sangat gampang untuk mendirikan usaha di negara hal yang demikian, terutamanya lagi jika mempunyai orang kepercayaan yang memang berasal dari negara hal yang demikian.

Oleh sebab itu, tak mustahil dia akan melirik sejumlah tempat lain yang usaha kulinernya tengah bergeliat, seperti Kota Tasikmalaya seumpama. Apalagi menurutnya, kota hal yang demikian juga akan seketika mempunyai bandara dan jalan masuk tol, otomatis akan mengundang lebih banyak pengunjung ke kota itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *